“JANGAN PERNAH BERHENTI BELAJAR” Sarasehan Kewirausahan STISIP Amal Ilmiah Yapis Wamena

Dipublikasikan oleh STISIP AI Yapis Wamena pada

                                                             Suasana Sarasehan

Demikian pesan dari kedua alumni selaku narasumber. Sarasehan Kewirausahaan dengan tema “Kesiapan Lulusan Menghadapi Dunia Kerja”. Kegiatan yang dilaksanakan pada hari Jumat, tanggal 19 Oktober 2018 bertempat di Auditorium Anwaruddin. Dalam kegiatan ini, STISIP Amal Ilmiah Yapis Wamena mengundang 2 (dua) Alumni yang dipercaya sebagai pemateri yaitu Ibu Ironia Irto Malisa, S.Sos yang berkarir pada sektor birokrasi di Pemerintah Daerah Kabupaten Jayawijaya dan Bapak Ivan Andi Agus Salim, S.Sos yang memilih berkarir sebagai Entrepreneur di bidang kuliner. Pemilihan mereka sebagai narasumber bukan tanpa alasan, namun didasari usulan dari rekan-rekan sesama alumni yang menyatakan bahwa mereka berdua inilah yang memiliki karir yang paling baik diantara rekan-rekan alumni lainnya.

            Sarasehan kali ini mendapat respon positif dari para mahasiswa/i, terlihat dari antusiasme mahasiswa yang bertanya dan sikap ingin tahu yang tinggi saat mengajukan beberapa pertanyaan kepada narasumber.

 

                                                                       Sesi Tanya Jawab

         Dalam sarasehan ini, Ibu Irto berpesan bahwa bagi adik-adik mahasiswa yang ingin berkarir dalam dunia pemerintahan untuk punya kemauan yang tinggi, tidak mudah menyerah dan juga tidak berhenti belajar walaupun sudah menyelesaikan studinya, agar terus belajar dan menyiapkan diri dalam meningkatkan kompetensi yang dimiliki karena kompetensi akan berkembang dengan sendirinya ketika memasuki dunia kerja. Semakin tinggi tingkat pendidikan dan kompetensi seseorang, maka semakin besar pula peluang mendapatkan keberhasilan.

            Adapun pesan dari Pak Ivan kepada para mahasiswa yang ingin berkarir di bidang bisnis, untuk memulai sebuah bisnis tidak selamanya dimulai dari modal atau uang karena sejatinya uang adalah faktor pendorong, namun bisa kita mulai dengan modal Pikiran kita, kemudian memanfaatkan Sumber Daya dalam diri dan lingkungan kita, memulai dari hal-hal kecil namun rutin ditambah dengan tekad yang kuat untuk tetap survive menuju keberhasilan. Beliau pun menambahkan bahwa dengan menjadi seorang Enterpreneur maka kita berpotensi membuka lapangan pekerjaan baru, sehingga mampu memngurangi tingkat pengangguran di kota Wamena khususnya dan di Pegunungan Tengah umumnya.

 

                                             Foto bersama Narasumber dan Peserta


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *